Kamis, 06 April 2023

TIPS MERAWAT BATIK AGAR TIDAK CEPAT RUSAK / LUNTUR


Sebagaimana pakaian batik, sarungnya juga harus mendapatkan perhatian khusus ketika membersihkannya. Hal ini dikarenakan pewarnaannya menggunakan teknik alami, apabila langsung menggunakan mesin cuci, rawan cepat luntur.

1. Menggunakan Deterjen Khusus Batik 

Dahulu untuk membersihkannya perlu menggunakan bahan alami seperti buah lerak atau tanaman dilem, tetapi sekarang sudah banyak berkembang deterjen batik. Gunakan deterjen tersebut agar warnanya tidak cepat pudar.

2. Hindari Terik Matahari Langsung

Musuh alami pewarnaan natural adalah terik matahari langsung, sehingga setelah mencuci sarung batik tempatkan di daerah teduh. Pastikan tidak lembab dan sirkulasinya baik, sehingga proses pengeringan bisa cepat tanpa menimbulkan bau apek.

3. Gunakan Plastik untuk Membungkusnya

Langkah terakhir adalah menggunakan pembungkus plastik apabila ingin disimpan dalam waktu lama. Plastik berguna untuk melindungi sarungnya dari serangan serangga yang bisa menyebabkan keropos atau kerusakan pada kainnya.

Meskipun kainnya sarungbatik.id memiliki kualitas bagus, tetapi apabila perawatannya kurang optimal juga tidak menutup kemungkinan cepat rusak. Karenanya jangan sampai mengabaikan proses perawatannya, mulai dari mencuci hingga menyimpannya.

Tren dan popularitas dari busana sarung bermotif batik akan terus berkembang di kalangan anak muda. Tidak hanya untuk acara formal, tetapi juga kegiatan sehari – hari seperti seperti hang out. Agar hangoutnya makin seru, yuk cobain berbagai macam jenis sarung batik.

Jenis-Jenis Sarung Batik Yang Trendy Abis

 Sarung biasanya dibedakan berdasarkan jenis bahan atau lokasi pembuatannya, namun berbeda dengan busana ini. Perbedaan atau jenisnya dipengaruhi oleh berbagai hal, mulai dari teknik pembuatan dan pewarnaannya, jenis motifnya, serta jenis coraknya.

1. Batik Cap

Jenis pertama adalah batik cap, yaitu memanfaatkan kain berkualitas paten atau katun high quality, sehingga nyaman digunakan. Untuk ukurannya sendiri masuk ke standar yaitu 120 x 220 cm, cocok untuk orang-orang dengan postur tubuh standar.

Proses pembuatannya menggunakan teknik cap, yaitu memanfaatkan cetakan motif dan dikerjakan manual. Teknik ini menghasilkan corak yang tajam, awet, serta tidak mudah luntur, kualitasnya lebih baik dibandingkan teknik cetak.


2. Batik Printing

Jenis kedua adalah batik printing, yaitu memanfaatkan kain yang berkualias paten yaitu rayon super, sehingga nyaman digunakan. Untuk ukurannya sendiri masuk ke standar yaitu 120 x 220 cm, cocok untuk orang-orang dengan postur tubuh standar.

Proses pembuatannya menggunakan teknik printing, yaitu memanfaatkan mesin modern, biasanya sebelum melalui tahap pembatikan terlebih dahulu dibuat motif atau pola. kemudian, motif yersebut dibuatkan cetakan lalu alat cetaknya ditempelkan pada kain rayon bermotif dan berwarna. Teknik ini menghasilkan corak yang tajam, awet, serta tidak mudah luntur, kualiatasnya jangan diragukan lagi.


3. Sarung Junior Printing

Sarung ketiga yaitu memanfaatkan kain yang berkualias paten yaitu rayon super, sehingga nyaman digunakan. Untuk ukurannya sendiri masuk ke standar yaitu 105 x 180 cm, cocok untuk anak anak dan banyak berbagai motif yang disukai oleh anak.

Proses pembuatannya menggunakan teknik printing, yaitu memanfaatkan mesin modern, biasanya sebelum melalui tahap pembatikan terlebih dahulu dibuat motif atau pola. kemudian, motif yersebut dibuatkan cetakan lalu alat cetaknya ditempelkan pada kain rayon bermotif dan berwarna. Teknik ini menghasilkan corak yang tajam, awet, serta tidak mudah luntur, kualiatasnya jangan diragukan lagi.


4. Sarung Goyor Jumbo

Sarung yang keempat juga memberikan solusi untuk generasi muda yang tinggi atau berpostur tinggi gemuk, yaitu dengan menghasilkan produk Djumbo series. Ukurannya 125 x 230 cm, serupa dengan palaikat, ditambah lagi menggunakan serat miring halus.

Desain trendy ditambah dengan packaging rapi memberikan kesan elegan cocok untuk digunakan sebagai kado atau hadiah. Bahan – bahan terbaik yang nyaman dan adem dipakai menjadi nilai unggul ketika menghadiahkan sarungnya, dijamin pasti suka.

SARUNG BATIK MENJADI TREN BUSANA GENERASI MILENIAL


Batik sendiri telah berkembang menjadi berbagai produk pakaian, mulai dari baju, kemeja, celana, bahkan hingga aksesoris. Kini salah satu perkembangan terbaru adalah memadukan unsur sarung dengan motif batik.

Penggunaan nuansa modern atau kekinian pada motif batiknya memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. Terlebih ketika memadukannya dengan berbagai aksesoris, tampilan akan menjadi semakin modis dan atraktif.

Memang penggunaannya masih belum marak, tetapi tren menunjukkan ketertarikan anak muda sangat tinggi. Salah satu indikatornya adalah sudah cukup banyak generasi milenial mengenakan sarung batik ketika nongkrong bareng di cafe.

Salah satu sebab mengapa tren ini semakin meningkat karena corak atau motif yang ditawarkan cenderung mencerminkan anak muda banget. Pilihan warnanya juga beragam, tidak hanya gelap atau terbatas pada warna hitam, cokelat, biru, dan lainnya.

Motifnya juga cenderung lebih ekspresif, cocok dengan selera generasi muda. Dan sisi terbaiknya adalah bisa melibatkan pelanggan ketika ingin membeli sarung batiknya. Seperti pada sarungbatik.id, membuka ruang bagi pelanggan untuk menentukan motif dan warnanya sendiri.

Selain itu, popularitasnya juga ditunjang dengan ketertarikan generasi milenial untuk mengembangkan dan mempopulerkan berbagai jenis produk lokal. Mengenakan produk lokal memberikan kebanggaan tersendiri bagi generasi milenial, terutama ketika ingin tampil di media sosial

sumber : https://sarungbatik.id/sarung-batik/

BATIK MENJADI TREN FASHION YANG GO INTERNASIONAL

Masyarakat Indonesia tentu sudah sangat dekat dengan batik sebagai tren fashion. Penggunaannya beragam, mulai dari seragam sekolah, seragam dinas, dan pakaian ketika mengunjungi acara – acara formal. Terlebih kini berbagai aksesoris juga mulai menggunakan aksen tersebut.

Batik sendiri merujuk ke pembuatan pola atau gambar pada kain lebar menggunakan canting dan lilin. Fungsinya adalah membentuk pola, menutupi kain, dan mencegah warna meresap pada kain yang telah tergambar polanya tersebut.

Pembuatan secara tradisional memang manual, yaitu pengrajin menggambarkan pola – pola pada kain, kemudian menutupi pola – pola tersebut menggunakan lilin serta canting. Pada perkembangan era modern, muncul perkembangan baru, yaitu teknik cap dan cetak.

Teknik cap mengandalkan pola – pola yang telah dibentuk pada tembaga atau medium khusus. Berbeda dengan teknik tulis, hasil coraknya lebih simetris serta konsisten bentuknya. Sedangkan teknik cetak, mengandalkan mesin dalam menghasilkan coraknya.

Perbedaan teknik pembuatan juga menghasilkan kualitas berbeda pula, untuk kualitas terbaik, batik tulis masih menjadi primadona. Namun kebutuhan fashion modern, membuat teknik cetak lebih diminati. Selain murah, juga bisa dikembangkan ke berbagai jenis produk, seperti sarung batik.

Sejak tahun 2009 batik sendiri sudah dinobatkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Pamornya menjadi semakin terkenal setelah banyak duta dan warga negara Indonesia yang mengenalkannya ke dunia Internasional.

Nama busana ini juga semakin melejit setelah banyak publik figur yang mengenakannya, tidak hanya acara formal tetapi juga acara non-formal. Kini berbagai macam produk dengan ornamen batiknya sudah banyak berkembang di masyarakat.

sumber : https://sarungbatik.id/sarung-batik/

ANEKA RAGAM SARUNG BATIK YANG MAKIN TRENDY DAN FASHIONABLE


Sarung Batik mulai tren dipakai oleh generasi milenial, tidak hanya untuk keperluan ibadah atau acara formal saja tetapi juga ketika hang out bersama dengan teman – temannya. Salah satu pemicunya adalah banyaknya jenis sarung yang berkembang.

Dahulu sarung itu sendiri adalah sebuah pakaian sederhana berupa kain melingkar. Cara menggunakannya adalah tubuh masuk ke dalam lingkaran sarungnya kemudian dirapikan atau dieratkan sesuai dengan lingkar pinggangnya.

Untuk membuat sarungnya agar tidak terlepas, pada bagian atas akan digulung beberapa kali hingga mendapatkan ketinggian dan posisi sarung yang pas. Sarungnya sendiri juga otomatis akan rapat ke tubuh, sehingga tidak akan lepas ketika digunakan beraktivitas.

Dulunya busana ini cenderung memiliki motif berbentuk kotak – kotak, memiliki filosofi agar berhati – hati dalam melangkah atau membuat keputusan. Sangat jarang ditemukan motif lain, biasanya hanya kombinasi warna yang berbeda saja.

Monotonnya corak dan jenis warna sarungnya ini cenderung kurang menarik bagi generasi milenial yang lebih ekspresif. Hadirnya sarung batik memberikan nuansa baru bagi generasi muda, sehingga banyak orang mulai mencoba memakainya.

sumber : https://sarungbatik.id/sarung-batik/